Panduan Singkat Memahami Jerawat
Apa tiga penyebab utama jerawat pada orang dewasa?
Sebenarnya tidak ada penyebab khusus untuk jerawat 'dewasa' - SEMUA jerawat disebabkan oleh aktivitas kelenjar minyak yang berlebihan, peradangan, dan tersumbatnya pori-pori oleh sel kulit mati serta minyak - dan hal ini pada gilirannya, secara langsung maupun tidak langsung, disebabkan oleh gangguan hormon serta faktor lain seperti genetik, faktor lingkungan, bahkan pola makan.
Bagaimana aku bisa mengenali jenis breakout yang sedang aku alami dari jenis jerawat yang aku lihat?
Ada anggapan bahwa jenis breakout serta lokasi atau pola kemunculannya bisa mencerminkan penyebabnya. Ini sebenarnya hanya mitos, karena belum ada studi klinis yang terbukti untuk mendukung anggapan tersebut.
Kapan sebaiknya aku berkonsultasi dengan profesional soal breakout yang aku alami? Dan perawatan seperti apa yang bisa aku dapatkan di klinik?
Breakout apa pun yang mengganggumu sebaiknya segera ditangani. Semua breakout memang bisa pulih dengan sendirinya, tapi bahayanya adalah bisa meninggalkan bekas yang bertahan lama, hiperpigmentasi, atau bahkan kerusakan permanen pada kulit serta bekas luka (scarring).
Perawatan medis meliputi produk skincare topikal (dioleskan), obat oral, serta prosedur seperti chemical peel dan laser, yang dapat digunakan secara terpisah maupun dikombinasikan.
Untuk mengatasi breakout, produk apa yang sebaiknya aku tambahkan ke dalam rutinitas skincare harianku?
Protokol produk untuk jerawat bisa digunakan secara tunggal atau dikombinasikan, sangat tergantung pada formulasi masing-masing produk. Kombinasi beberapa produk biasanya lebih disarankan karena bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, dengan menghilangkan atau menambahkan produk sesuai kebutuhan, dibandingkan hanya mengandalkan satu produk untuk semua orang.
Produk seperti apa yang sebaiknya aku cari kalau ingin mengatasi breakout?
Ada berbagai pilihan produk topikal (dioleskan), termasuk antibiotik, retinoid, benzoyl peroxide, serta obat oral seperti antibiotik, isotretinoin, dan pil kontrasepsi oral. IDS memiliki rangkaian produk topikal yang diformulasikan dengan bahan aktif untuk mengatasi jerawat. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna menyesuaikan rutinitas skincare serta mendapatkan rekomendasi pola makan yang tepat.
Dr Ben membagikan beberapa wawasan tentang bagaimana pembatasan makanan dan perubahan gaya hidup dapat memengaruhi jerawat.
Apakah pembatasan makanan bisa membantu mengontrol jerawatku?
Beberapa studi melaporkan adanya hubungan yang lemah antara konsumsi susu dalam jumlah tinggi dengan munculnya jerawat. Ada hipotesis bahwa hormon tertentu dalam susu adalah penyebab jerawat tersebut. Namun hubungan ini masih kontroversial karena bukti klinisnya masih lemah.
Peningkatan konsumsi gula juga dikaitkan dengan peningkatan jerawat. Namun sekali lagi, bukti klinisnya masih lemah dan belum meyakinkan. Gula olahan telah dikaitkan dengan kenaikan berat badan, peningkatan peradangan pada jaringan tubuh, serta peningkatan hormon pertumbuhan mirip-insulin. Hormon-hormon ini dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak pada kulit.
Ada juga anggapan bahwa peningkatan konsumsi cokelat dikaitkan dengan tingkat keparahan jerawat yang lebih tinggi. Namun hal ini belum terbukti melalui studi klinis.
Secara umum, aku tidak menyarankan pembatasan makanan untuk pasien jerawatku. Pola makan yang seimbang dan sehat selalu menjadi rekomendasi utama.
Perubahan perilaku dan gaya hidup seperti apa yang sebaiknya aku lakukan?
Faktor stres dalam kehidupan diduga dapat memperparah jerawat. Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan antara peningkatan stres dan tingkat keparahan jerawat. Hipotesis bahwa peningkatan stres menyebabkan peningkatan produksi sebum pada kulit masih belum terbukti. Oleh karena itu, saranku adalah berolahraga secara teratur, meditasi, dan istirahat yang cukup.
Studi yang mengevaluasi hubungan antara kenaikan berat badan dan tingkat keparahan jerawat menunjukkan hasil yang beragam. Sebuah studi di Israel menunjukkan bahwa kelebihan berat badan tampaknya justru melindungi seseorang dari jerawat. Studi lain yang melibatkan subjek usia muda menunjukkan efek sebaliknya. Memiliki BMI (indeks massa tubuh) di atas 23 dikaitkan dengan peningkatan risiko terhadap kesehatan fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, aku tetap menyarankan penurunan berat badan dan gaya hidup yang sehat.
Produk rambut dan skincare tertentu yang berminyak dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan komedo hitam maupun komedo putih pada pasien yang rentan berjerawat. Jika ini terjadi, aku menyarankan pasien untuk mengurangi frekuensi pemakaian produk-produk tersebut.
Ekstraksi komedo secara rutin saat facial diperbolehkan asalkan jerawat tidak sedang merah, nyeri, atau bengkak. Tekanan ke bawah pada lesi yang meradang dapat merobek isi folikel lebih jauh dan menyebabkan minyak serta keratin merembes ke kulit sekitarnya, sehingga memicu peradangan lebih lanjut dan kemungkinan bekas luka (scarring).
Buat janji temu untuk konsultasi di sini!
