Kembali ke Dasar: Cara Menggunakan Niacinamide secara Efektif dalam Rutinitas Perawatan Kulit Anda
Singkirkan dulu vitamin C dan retinol.
Bentuk aktif biologis dari vitamin B3 (niacin), yang disebut niacinamide atau nicotinamide, telah menjadi salah satu bahan perawatan kulit paling serbaguna dan kini ditemukan dalam beragam produk perawatan kulit – mulai dari pelembap dan serum hingga tabir surya dan sabun pembersih wajah.
Meski niacinamide dapat diperoleh secara oral melalui makanan yang dikonsumsi, manfaatnya akan lebih terasa secara langsung bila dioleskan pada kulit.
Niacinamide memiliki banyak manfaat, ujar Dr Vivian Yong, direktur medis klinik estetika IDS, yang menyamakannya dengan vitamin C dan retinol.
"Namun berbeda dengan vitamin C, niacinamide adalah bahan yang sangat stabil dengan sifat antioksidan. Dan berbeda dengan retinol yang bisa menjadi bahan yang keras bagi kulit, niacinamide adalah alternatif yang berguna dengan efek anti-penuaan dan pengendali jerawat. Oleh karena itu, niacinamide cocok bagi mereka yang memiliki jerawat, rosacea, hiperpigmentasi, dan kerutan."
Namun, ia menambahkan, mengombinasikan bahan-bahan ini akan memberikan hasil yang lebih baik. "Jika kulit Anda dapat mentoleransi lebih banyak bahan aktif, perawatan kombinasi akan bekerja lebih baik. Bahan-bahan yang berbeda dapat bekerja melalui jalur sel yang berbeda untuk menciptakan hasil yang sinergis."
Namun, kunci dalam menggunakan produk perawatan kulit apa pun adalah kesabaran.
"Sebagai aturan umum, perawatan kulit topikal memang membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil. Berikan produk baru setidaknya empat hingga 12 minggu. Ambil foto berkualitas baik sebelum mulai menggunakan suatu produk perawatan kulit, dan ambil lagi sekitar 12 minggu kemudian untuk menilai bagaimana kulit Anda merespons," sarannya.
Berikut beberapa tips lain dari Dr Yong dalam menggunakan niacinamide:
1. Konsistensi adalah kunci
Mulailah dengan menggunakan produk setiap pagi dan malam. Ini dapat secara bertahap ditingkatkan menjadi dua kali sehari.
2. Gunakan dosis yang tepat
Niacinamide topikal dengan konsentrasi 5 persen atau kurang kecil kemungkinannya menimbulkan efek samping. Bagi yang memiliki masalah kulit yang lebih membandel, seperti kerusakan akibat sinar matahari yang parah, bintik akibat minyak berlebih, dan pori-pori besar, tersedia produk niacinamide dengan konsentrasi tinggi hingga 20 persen.
3. Sangat cocok untuk kulit sensitif
Niacinamide topikal sangat aman bagi sebagian besar orang. Bagi pemilik kulit sensitif, mulailah dengan konsentrasi di bawah 5 persen dan tingkatkan secara bertahap seiring waktu.
4. Semakin lama, semakin baik
Carilah produk perawatan kulit yang dapat dibiarkan menempel di kulit untuk memberikan cukup waktu bagi bahan aktif agar terserap.
Niacinamide dalam produk yang dibiarkan menempel seperti serum dan pelembap lebih efektif dibandingkan niacinamide dalam produk yang dibilas seperti pembersih wajah.
5. Mudah dipadukan
Niacinamide adalah bahan aktif yang mudah ditoleransi dan bekerja baik dengan sebagian besar bahan perawatan kulit lainnya. Alpha hydroxy acid (AHA) sering dipadukan dengan niacinamide untuk mengurangi potensi iritasi dari AHA.
Niacinamide melengkapi kerja asam salisilat dalam mengurangi produksi sebum pada kulit berminyak dan meredakan peradangan akibat jerawat.
Bahan ini juga dapat dikombinasikan dengan bahan lain seperti asam kojic, arbutin, dan asam traneksamat, serta retinol, untuk meningkatkan toleransi kulit dan memberikan hasil sinergis untuk tujuan anti-penuaan.
6. Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang
Anda dapat menggunakan beberapa produk niacinamide dalam rutinitas Anda. Namun, mungkin lebih baik untuk memadukan bahan aktif yang berbeda alih-alih bahan yang sama di setiap langkah perawatan kulit Anda, agar dapat memaksimalkan manfaat dari bahan aktif perawatan kulit.
7. Periksa daftar bahan
Dalam produk perawatan kulit, vitamin B3 biasanya hadir dalam bentuk niacin, asam nikotinat, atau niacinamide. Pastikan bahwa yang terkandung adalah niacinamide atau nicotinamide, bukan niacin, karena terlalu banyak niacin bebas atau asam nikotinat dalam suatu produk dapat menyebabkan wajah memerah (flushing) akibat niacin.
Artikel ini dipublikasikan oleh The Straits Times
