Jadi saya kembali check-in di IDS Clinic di International Building, dan kali ini semua staf mengenakan penutup kepala mandi (shower cap)! Saya bertanya kepada salah satu dari mereka soal ini karena mereka tidak memakainya saat kunjungan saya sebelumnya. Ternyata ini kebijakan baru, memberikan lapisan kebersihan ekstra dan perlindungan dari kuman, jadi salut untuk mereka semua — pasti gerah sekali, tapi mereka tetap tersenyum dan profesional.

 

Hal pertama yang saya lakukan adalah menemui Dr Michelle lagi, untuk menilai bagaimana produk yang selama ini saya gunakan bekerja pada kulit saya, dan agar beliau bisa merekomendasikan perawatan wajah yang paling sesuai dengan kondisi kulit saya saat ini.

 

Saya sangat menyukai produk mereka, dan menurut saya produk yang dipilihkan untuk saya sangat cocok dengan jenis kulit saya. Tidak ada satu pun yang memberikan sensasi "kencang" menarik saat digunakan, artinya produk-produk ini tidak terlalu keras atau membuat kulit saya kering.

 

Namun, saya mengaku terus terang kepada Dr Michelle bahwa saya tidak terlalu rajin menjalankan rutinitas skincare. Jujur saja, saya masih membiasakan diri dengan rutinitas pagi karena tidak terbiasa menggunakan skincare di pagi hari, tapi cukup rajin memakainya setiap malam. Untungnya saya tidak dimarahi, malah beliau bilang itu masih tidak apa-apa. Hehe. Dr Michelle pun merekomendasikan facial Dew Mist Mi hari itu, jadi saya pun mencobanya!

 

Dew Mist Mi. Nama yang menarik. Ini sebenarnya permainan kata sederhana dari "dew mist me" (buat kulitku lembap berembun). Jelas sekali ini ajakan bagi pelanggan untuk mendapatkan kulit yang lembap, terhidrasi, dan bercahaya melalui perawatan ini, haha! IYA DONG, MAU BANGET!! Kulit saya yang kering, kusam, dan sensitif benar-benar butuh ini.

 

Saya kemudian diantar ke sayap lain klinik, masuk ke salah satu ruang perawatan wajah. Perawatan wajah dilakukan di sayap Aesthetic dari IDS Clinic.

 

 

Beginilah tampilan ruangan pada umumnya. Tidak terlalu mewah, tapi terlihat terawat dan bersih, perabotannya pun tampak baru. Suasananya sederhana dan simpel, sama seperti yang akan Anda dapatkan di pusat perawatan wajah lainnya, tapi saya pernah ke ruang perawatan yang tepi lemarinya sudah mengelupas, atau mesinnya terlihat usang. Jadi sama sekali tidak ada keluhan untuk yang satu ini. Lagipula, saya ke sana bukan untuk melihat tampilan tempatnya, melainkan untuk perawatan dan layanan berkualitas tinggi yang saya harapkan.

 

Pertama-tama, terapis akan membaringkan Anda dengan nyaman di ranjang. Seperti biasa, wajah dibingkai dan disiapkan dengan handuk, tapi yang baru bagi saya adalah saya juga diberi penutup rambut! Ini kali pertama saya melakukan facial di IDS jadi saya tidak yakin apakah ini standar mereka, tapi saya sangat menghargainya. Cara yang praktis untuk menjauhkan rambut dari wajah.

 

Setiap facial diawali dengan pembersihan, dan IDS melakukan double cleansing untuk saya. Pertama dengan C3 Cleansing Milk untuk mengangkat make up, lalu dengan C2 Refreshing Cleanser, yang kebetulan sama dengan pembersih yang saya punya di rumah. Saya suka bahwa IDS menggunakan produk buatan mereka sendiri dalam perawatannya. Masuk akal, sih. Meski produknya mungkin bukan yang termurah di pasaran, ini menunjukkan bahwa mereka sangat percaya pada efektivitas dan kualitas produk mereka sendiri, sampai-sampai digunakan langsung dalam perawatan wajah.

 

Langkah 2: Eksfoliasi

Saya selalu melihat alat ini di media sosial saya (mungkin saya lagi ditarget algoritma IG, haha) dan selalu ingin mencobanya karena terlihat sangat efektif! Alat ini menggunakan getaran ultrasonik untuk mengeksfoliasi kulit secara lembut tanpa merusaknya. Alat ini juga membantu mengangkat komedo dan mempersiapkan kulit agar dapat menyerap nutrisi secara lebih efektif nantinya. Ngomong-ngomong, Dew Mist Mi tidak termasuk ekstraksi manual, langkah ini saja sudah cukup, jadi tidak perlu khawatir bila Anda tidak suka rasa sakit dari ekstraksi manual! Saya jelas juga tidak suka!

 

Langkah 3: Infus Oksigen

Alat ini menyemprotkan serum oksigen murni ke kulit yang telah disiapkan, membantu meremajakan, mencerahkan, dan memperbaiki rona kulit. Semprotannya cukup pekat tapi tidak menyakitkan. Saat oksigen menyentuh kulit, ada sensasi dingin yang menyegarkan, tapi tidak terasa seperti hanya menyemprotkan udara kering. Saya suka karena terapis saya tidak terburu-buru pada langkah ini dan tidak hanya melewati wajah saya sekali saja dengan oksigen. Dia memastikan untuk melapisi setiap bagian wajah saya secara perlahan, setidaknya dua kali, dan berhati-hati saat menggunakannya di area mata. Saya sebenarnya cukup senang dia berusaha mendekat sedekat mungkin ke area mata saya karena mata saya yang lelah ini butuh bantuan sebanyak mungkin, haha.

 

 

Langkah 4: Masker Dermashield + Perawatan Cahaya LED

Masker yang mirip dengan yang saya punya di rumah! Tapi kali ini dipadukan dengan mesin LED Light untuk efek yang lebih maksimal. Ada beberapa jenis perawatan cahaya dengan manfaat yang berbeda-beda.

Secara umum –

Cahaya Merah: membantu memperbaiki bekas luka, mengurangi kerutan, dan merangsang produksi kolagen.

Cahaya Biru: mengurangi aktivitas kelenjar minyak, sehingga wajah secara bertahap menjadi tidak terlalu berminyak, serta mengurangi bakteri penyebab peradangan.

 

 

Langkah ini membantu mengunci semua vitamin dan bahan baik di dalam kulit, sekaligus memberikan perlindungan tambahan terhadap cahaya HEV (cahaya berbahaya yang sama dengan yang dipancarkan perangkat digital Anda) dan polusi lainnya.

Pada titik ini, saya sempat tertidur sebentar.

 

Langkah terakhir: Pelembap dan Tabir Surya

Seperti perawatan wajah yang baik pada umumnya, tidak peduli jam berapa pun dilakukan, terapis akan mengoleskan pelembap dan tabir surya di akhir sesi.

Jadi begitulah facial saya berakhir! Tepat setelah itu, ketika terapis meninggalkan ruangan agar saya bisa merapikan diri, saya sempat mengambil beberapa foto, hehe.

 

 

Saya ingin menunjukkan kepada kalian bagaimana tampilan kulit saya tepat setelah perawatan. Sempat sedikit khawatir akan terlihat kurang rapi tanpa make up dan kulit memerah, tapi ternyata kulit saya sama sekali tidak merah atau sensitif. Satu-satunya hal yang mungkin masih saya perhatikan hanyalah kantung mata yang gelap dan berat, haha, tapi itu mungkin karena saya perlu tidur lebih banyak.

Beberapa hari kemudian, perwakilan dari IDS menelepon untuk menanyakan kabar saya, apakah ada keluhan setelah perawatan wajah. Saya benar-benar merasa ini adalah tindak lanjut yang luar biasa! Salut untuk IDS yang mau melakukan usaha ekstra demi memastikan kliennya baik-baik saja.

Beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan orang dan mungkin juga membuat kalian penasaran:

 

Apakah mereka akan mendesak Anda untuk membeli paket?

Tidak. Tidak ada satu momen pun selama perawatan, bahkan setelah perawatan selesai, di mana ada yang "sangat mendorong" saya untuk mempertimbangkan paket. Jujur saja, saya jadi sangat kesal kalau tempat lain melakukan hal itu. Saya hanya ingin menikmati perawatan saya dengan tenang, tolong jangan terus-menerus membahas betapa buruknya kulit saya dan betapa saya akan diuntungkan dengan perawatan ini-itu. Kalau saya ingin tahu, saya akan bertanya sendiri. Saya juga tidak suka ketika setelahnya, Anda digiring ke sebuah ruangan untuk bertemu konsultan yang lalu menjelaskan apa yang Anda terima dan paket-paket yang bisa dipertimbangkan. Begitu digiring ke ruangan itu, saya sudah tahu apa yang akan terjadi, dan itu sedikit bikin ilfeel.

 

Ada ekstraksi? Sakit tidak?

Tidak. Menurut saya, langkah eksfoliasi menggunakan alat ultrasonik itu sendiri sudah merupakan bentuk ekstraksi sederhana, di mana komedo digetarkan keluar dari pori-pori Anda. Mereka tidak menggunakan alat pencungkil komedo atau alat penyedot.

 

Berapa lama waktu yang perlu saya sisihkan untuk facial ini?

Perawatan ini tidak memakan banyak waktu Anda. Keseluruhan prosesnya sekitar satu jam.

 

Bagaimana kondisi kulit Anda beberapa hari setelah facial?

Benar-benar baik-baik saja! Kulit saya sangat sensitif dan setiap kali ada perubahan pada kondisi kulit, saya pasti langsung menyadarinya. Tidak ada perbedaan sensasi atau tampilan kulit dalam beberapa hari setelah perawatan wajah. Tidak ada breakout, tidak ada ruam, tidak berminyak, atau reaksi sensitif lainnya.

 

 

Jika Anda juga sedang mencari facial untuk menghidrasi dan meremajakan kulit, Anda benar-benar harus mencobanya setidaknya sekali! Dan kenapa tidak mencobanya dengan diskon 50%??

 

Yang perlu Anda lakukan hanyalah menghubungi mereka dan memberi tahu bahwa ini kunjungan pertama Anda. Mereka juga punya promo 2 sesi, yang berarti Anda bisa mencoba 2 perawatan berbeda, mulai dari $158 sebelum GST. Tinggal telepon saja!

 

Klik di sini untuk melihat daftar lengkap perawatan yang mereka tawarkan: https://www.idsaesthetics.com/services

Klik di sini untuk promo-promo keren lainnya yang mereka miliki: https://www.idsaesthetics.com/best-facial-singapore

 

Dan berikut ini detail kontak mereka:

+65 64503555 (Senin–Sabtu)

 

International Building –

360 Orchard Road, #02-01 International Building, Singapura 238869

 

Jam Buka –

Senin – Jumat: 10 pagi hingga 8 malam, Sabtu: 10 pagi hingga 5 sore, Minggu & Hari Libur: Tutup

 

*Kredit untuk Cheryljhoe

Kunjungi postingan blog Cheryljhoe di sini.