[ Cheryljhoe ] Perjalanan Kulitku Bersama IDS!
Kalian sudah pernah dengar tentang IDS belum? Innovative Dermatological Solutions (IDS) adalah brand skincare lokal yang didirikan oleh Dr SK Tan, yang punya pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang dermatologi dan perawatan kulit. Itu lebih lama dari usia hidupku sendiri!
Aku selalu tertarik dengan skincare, dan tentu saja sudah dengar soal IDS sejak lama, tapi nggak pernah kepikiran buat coba karena kesan aku tentang IDS itu sangat mewah, terlalu mahal buat aku, dan mungkin lebih cocok untuk orang yang lebih berumur, di atas 40 tahun-an, semacam tante-tante kaya dengan uang belanja yang banyak (mungkin uang suaminya, haha). Jadi waktu aku pertama kali datang ke IDS, aku cukup kaget karena ternyata jumlah pengunjung cowok dan cewek di sana cukup seimbang, dan rata-rata usia pelanggannya kelihatan nggak lebih dari 40 tahun!

Aku ambil screenshot dari video yang aku rekam waktu kunjunganku, biar kalian bisa lihat suasananya (agak buram sih, jadi cek aja IG highlight aku untuk video dan foto yang lebih jelas!). Suasananya bikin aku merasa seperti di rumah sakit swasta — bersih, modern, terang, dan efisien.
Outlet baru ini di International Building gampang banget ditemukan. Lokasinya di lantai 2, dan luasnya hampir sepertiga dari keseluruhan lantai. Nggak mungkin kelewatan!
Aku sampai di meja pendaftaran, dan mbaknya langsung tanya apakah aku Cheryl (mengingatkan pada soundbite TikTok: “Kok bisa tahu, ya?”), lalu memberiku sebuah formulir. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke klinik mana pun, biasanya kamu akan diminta mengisi formulir data diri secara umum, untuk melaporkan kondisi medis yang mungkin kamu miliki.
Aku pun mengambil clipboard transparan kecil itu, duduk di suatu tempat untuk mengisinya, dan hampir langsung setelah aku meletakkan clipboard itu, salah satu staf datang mengambil formulirku. Sigap banget! Dalam waktu kurang dari 5 menit, aku sudah diantar masuk ke ruang konsultasi dokter.
Dokter yang menangani aku adalah Dr Michelle Wong, dan aku harus bilang, meskipun aku nggak pernah lihat wajahnya secara utuh tanpa masker, kulitnya kelihatan BAGUS BANGET!! Beneran mulus tanpa cela! Dia mungkin adalah brand ambassador terbaik IDS, serius nggak bercanda! Kalau di akhir perjalanan ini aku bisa punya kulit seperti Dr Michelle, aku bakal SENANG BANGET! Kulitnya itu benar-benar #goals!

Aku juga nggak tahu kenapa di foto ini aku kelihatan sebal, padahal sebenarnya aku cuma lagi memperhatikan Dr Michelle dengan sangat serius, hahaha
Dr Michelle ramah banget dan kelihatan sangat berpengalaman, soalnya dia bisa dengan cepat menebak dari melihat dan menyentuh kulitku bahwa jenis kulitku itu kombinasi. Dia juga bisa menunjukkan bagian mana yang agak kering dan area mana di wajahku yang sedikit sensitif. Tepat banget! Setelah itu dia menjelaskan bagaimana perjalanan skincare bersama IDS ini akan berjalan, dan merekomendasikan beberapa produk yang akan aku coba sesuai jenis kulitku. Dia juga memberiku panduan sederhana berisi langkah-langkah untuk rutinitas skincare pagi dan malam.
Sebenarnya aku jarang banget skincare-an di pagi hari, kecuali lagi di luar negeri. Rutinitas skincare-ku yang lengkap sebenarnya cuma rutinitas malam sederhana yang terdiri dari 2 langkah:
- Essence
- Pelembap
Kadang kalau lagi rajin, aku pakai serum sebelum pelembap, plus sedikit krim mata. Di malam-malam tertentu, kalau habis mandi aku pakai sheet mask, aku bakal skip seluruh rutinitas skincare-ku!
Makanya aku cukup kaget waktu rutinitas pagi yang direkomendasikan Dr Michelle untukku ternyata mengandung serum, sementara rutinitas malam justru tidak. MENARIK. Buat aku, serum itu terasa lebih “berat”, jadi selama ini selalu aku pakai malam hari. Alasan pakai serum ini di siang hari adalah karena serum luar biasa ini bekerja sebagai pelindung tak kasat mata dari hal-hal seperti blue light dari gadget, sinar infra merah, dan polutan lingkungan yang mempercepat penuaan kulit. Jadi sekarang kalian tahu kenapa dokterku merekomendasikan produk ini dipakai di siang hari, bukan malam hari!
Setelah konsultasi, aku diantar ke ruangan lain untuk difoto “sebelum” perawatan, sekaligus diperkenalkan dengan produk-produk yang dipilih untukku. Berikut produk-produkku:
1. C2 – Delicate Cleanser (Pembersih Lembut)

Dr Michelle merekomendasikan C2 Delicate Cleanser dibanding C1 (untuk kulit berminyak) atau C3 (milk cleanser) mereka. Untuk kulit sensitif, kering hingga normal, kamu butuh sesuatu yang lembut, dan pembersih ini memang benar-benar lembut. Produk ini berbusa sebelum diaplikasikan ke wajah, dan mampu mengangkat makeup sekaligus kotoran. Aromanya dan teksturnya mirip dengan cleanser yang biasa dipakai terapisku waktu aku facial. Produk yang bagus!
2. T2 – Delicate Toner (Toner Lembut)

Toner ini juga lebih cocok untuk jenis kulitku dibanding T1 Refreshing Toner mereka. Aku sebenarnya nggak pernah benar-benar pakai toner sebelumnya, dan selalu berpikir toner itu nggak perlu dan terlalu keras buat kulitku. Beberapa produk itu keras banget sampai setelah dipakai, wajah terasa kencang seperti karet. Aku nggak mau yang seperti itu!
Untungnya toner ini benar-benar super lembut, dan nggak bikin wajahku terasa kencang seperti karet. Cara pakainya juga gampang! Kemasannya botol spray, jadi aku bisa langsung semprot ke wajah lalu tepuk-tepuk, atau semprot ke kapas lalu diusap ke wajah.
3. C+ Vitamin C Serum

Ini dia serum super ampuh yang aku sebut sebelumnya! Diformulasikan dengan Vitamin C berkonsentrasi tinggi, punya efek antioksidan yang luar biasa dan membantu merangsang produksi kolagen, sehingga kulit jadi lebih cerah dan “bebas kerutan”.
4. OM Oil-Free Moisturiser (Pelembap Bebas Minyak)

Pelembap bertekstur gel ini ringan, nggak lengket, dan pemakaiannya irit banget, sedikit saja sudah cukup. Aku cukup suka karena pelembap ini nggak bikin wajah terasa ada lapisan berat. Waktu pertama diaplikasikan masih terasa di kulit, tapi setelah 20 detik, rasanya sudah menghilang sama sekali!
5. S2 Non-tinted Sunscreen SPF50 PA+++ (Tabir Surya Tanpa Warna)

Sebenarnya waktu itu aku bisa memilih antara sunscreen bertint atau yang tanpa warna. Menurutku pribadi, versi tanpa warna membuat kulitku terlihat lebih cerah, jadi aku memilih yang itu.

Begini penampakannya. Sisi kiri: tanpa warna. Sisi kanan: bertint.

Setelah diaplikasikan dengan lembut di tanganku, begini hasilnya. Keduanya terlihat natural, sama sekali nggak ada white-cast. Tapi menurutku yang tanpa warna bikin tanganku sedikit lebih cerah dibanding yang bertint. Menurut kalian gimana?
6. Masker Dermashield

Cukup dipakai seminggu sekali, serum Dermashield dalam masker ini punya manfaat seperti C+ Serum, serta melindungi dari blue light, sinar infra merah, dan polutan lingkungan. Aku belum pernah menemukan masker dengan manfaat seperti ini, dan beberapa temanku sudah cerita betapa bagusnya produk ini, jadi aku benar-benar excited untuk mencobanya!
Setelah diberi tahu cara pakai semua produk, aku duduk sebentar di area lobi sebelum bagian farmasi memanggil namaku dan aku mengambil semua produk. Rasanya benar-benar seperti klinik medis yang profesional!
Aku sudah pakai produk-produk ini setiap hari dengan disiplin, dan meskipun baru sebentar, aku sudah mulai dapat pujian soal kulitku bahkan dari orang asing! Aku akan posting rutinitas skincare lengkapku di IG, dan kalau kalian mau lihat close-up tekstur masing-masing produk, cek di sana ya!
Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut tentang produk IDS Skincare dan memulai perjalanan #IDSTRansformme milikmu sendiri, kunjungi https://idsskincare.com/ atau @idsskincare di IG.
*Kredit untuk Cheryljhoe
Kunjungi postingan blog Cheryljhoe di sini.
