Masker Krim vs Masker Sheet – Mana yang Lebih Baik?
Masker Krim vs Masker Sheet – Mana yang Lebih Baik?
Jika Anda belum mulai memasukkan masker wajah ke dalam rutinitas skincare Anda, sebaiknya baca artikel ini.
Anggaplah masker wajah seperti serum booster, treatment, atau pelembap yang diperkaya dengan bahan-bahan penyayang kulit jauh lebih banyak dibanding produk skincare biasa Anda. Meski masker tergolong produk tambahan dan bukan produk wajib dalam rutinitas skincare, popularitasnya kini begitu tinggi hingga menjadi produk yang “tidak bisa hidup tanpanya”, karena sering dikaitkan dengan relaksasi atau memanjakan diri, sekaligus memberikan hasil visual instan pada kulit. Bagi mereka yang sibuk dan tidak punya waktu untuk facial, masker DIY di rumah ini menjadi alternatif yang praktis. Selain itu, Anda tetap bisa mengerjakan aktivitas lain sambil menunggu semua kebaikan produk terserap ke dalam kulit.
Di era di mana kita dihadapkan pada begitu banyak pilihan, kini kita harus memutuskan antara masker krim tradisional yang dikemas dalam tub atau tube, atau masker sheet, adiknya yang lebih trendi, praktis, dan bebas belepotan. Namun mengapa harus memilih salah satu jika Anda bisa dengan mudah bergantian menggunakan keduanya sesuai gaya hidup dan kebutuhan kulit Anda? Toh, kandungan pada kedua jenis masker ini, tergantung permasalahan kulit yang dituju, pada dasarnya serupa. Anda akan menemukan vitamin C baik pada banyak masker krim pencerah maupun masker sheet pencerah. Cara lain untuk berganti-ganti masker adalah, saat kulit terasa kering, pilih masker sheet yang melembapkan, dan saat kulit membutuhkan detoks, gunakan masker clay untuk membantu memurnikan dan mengangkat semua kotoran dari kulit. Berikut penjelasan lebih lanjut agar Anda dapat membuat keputusan yang tepat saat memilih antara masker sheet dan masker tradisional.
Pilih Masker Sheet Saat …
Saat Anda kekurangan waktu, malas membilas, sedang terburu-buru, mengerjakan banyak hal sekaligus, atau memang lebih menyukai cara pakai yang praktis. Dibentuk agar pas di sebagian besar wajah, Anda cukup mengelupas dan menempelkannya ke wajah untuk memastikan kontak sepenuhnya, lalu diamkan selama 10 hingga 20 menit tergantung kebutuhan. Terbuat dari bahan kertas, kain, atau bio-selulosa, masker ini biasanya jenuh dengan humektan dan emolien atau yang dikenal sebagai esens, yang membantu mengikat air pada kulit sehingga kulit terhidrasi mendalam dan tampak dewy. Masker sheet juga lebih hemat karena Anda bisa mendapatkan yang sangat murah, terutama beberapa merek Korea yang dijual satuan.
Tips: Untuk memanfaatkan waktu dengan lebih baik, kenakan masker hyaluronic sambil menata rambut, dan pastikan menepuk-nepuk sisa serumnya setelahnya. Untuk memperpanjang waktu pemakaian masker, ambil sisa esens dan tepuk-tepukkan ke masker sheet yang mulai mengering.
Coba: IDS Skincare DermaShield Mask memberikan perlindungan tambahan bagi kulit terhadap Blue Light yang merusak, sekaligus melembapkan dan mencerahkan. Masker ini menggunakan kain sutra tiga lapis berpaten untuk memperkuat perlindungan terhadap Blue Light. Lapisan pertama dilapisi Plant Stem Cells Essence dengan bahan utama Calendula Officinalis Flower Extract untuk melawan paparan cahaya biru. Lapisan kedua kain sutra direndam dalam ekstrak mutiara terhidrolisis dan royal jelly untuk memberikan khasiat pelembap premium pada masker. Lapisan ketiga dan terakhir mengunci kekayaan nutrisi tersebut untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap efek berbahaya dari cahaya HEV.

Pilih Masker Klasik Saat …
Saat Anda memiliki sedikit lebih banyak waktu dan dapat menjalani ritual pengaplikasian serta pembersihan yang sedikit lebih berantakan. Masker bilas dapat berupa krim, lumpur, clay, atau campuran format gel lainnya. Selain itu, berbeda dengan masker sheet, Anda bisa tidur dengan beberapa masker overnight tertentu yang sangat bermanfaat memberikan hidrasi yang dibutuhkan kulit saat Anda beristirahat. Namun jika Anda memiliki kulit berminyak, sering breakout, atau kulit berjerawat, masker lumpur dan clay adalah pilihan terbaik untuk Anda. Tidak ada yang lebih efektif dibanding clay atau lumpur dalam membantu mengurai penyumbatan, membersihkan secara mendalam, serta menyerap kelebihan sebum dan kotoran dalam pori-pori.

Tips: Oleskan masker lumpur atau clay pada area bermasalah seperti T-zone, dan pastikan memberi cukup waktu agar masker mengering sebelum dibilas. Bilas dengan air dingin untuk membantu mengecilkan pori-pori. Anda juga bisa menggunakan spons wajah atau kain muslin untuk membantu proses pengangkatan dan eksfoliasi.

Coba: IDS Skincare Probiotic Mask adalah masker unik kaya mineral yang diperkaya dengan Lactobacillus ferment untuk membantu menghilangkan kelebihan minyak dan mencegah jerawat. Jika Anda menambahkan satu kapsul IDS Skincare DermProbiotic ke dalam campuran, Anda memiliki peluang lebih baik untuk menormalkan bakteri di permukaan kulit berkat spora Lactobacillus hidup dalam masker ini. Diamkan hingga satu jam agar bakteri baik bekerja secara maksimal. Gunakan campuran ini sesering yang diperlukan tanpa perlu khawatir kulit menjadi terlalu kering.
Singkatnya, jawabannya kembali pada preferensi pribadi masing-masing.
Lainnya dari IDS
Anda Pikir Kulit Anda Sensitif?
Buddleja Officinalis – Mengapa Anda Menginginkannya Dalam Produk Skincare Anda

