[ Deenise ] Saya Mencoba Perawatan Pico Laser dan Beginilah Ceritanya
Perjalanan skincare saya bersama IDS selama 3 bulan sungguh luar biasa. Saya memulai perjalanan ini dengan produk skincare merek mereka sendiri. Butuh beberapa minggu bagi kulit saya untuk beradaptasi dengan produk-produk tersebut, dan setelah kulit saya terbiasa, tekstur kulit saya mulai membaik secara signifikan. Refreshing Toner, Pore Formula, dan Intensive Moisturiser adalah produk-produk yang memberikan manfaat besar bagi kulit saya. Saya merasa Pore Formula membantu mengurangi noda pada kulit saya, sementara Intensive Moisturiser membantu kulit saya tampak lebih kenyal dan lembap.
Perawatan Pico Laser
Selain memasukkan produk skincare IDS ke dalam rutinitas saya, saya juga mencoba perawatan wajah mereka di IDS Aesthetics. Seminggu yang lalu, saya mencoba perawatan Pico Laser mereka di outlet International Building, yang sangat efektif mencerahkan kulit saya dan menyamarkan tampilan pigmentasi. Seperti apa perawatan laser ini dan bagaimana hasilnya? Baca lebih lanjut tentang pengalaman saya di sini.
Konsultasi Dokter
Sebelum menjalani perawatan estetika apa pun, klien harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan kulit yang tepat. Saya sudah beberapa kali berkonsultasi dengan pihak IDS dan menyampaikan beberapa masalah kulit saya. Saya cukup khawatir dengan pigmentasi pada kulit saya karena membuat kulit tampak tidak merata. Karena itu, IDS merekomendasikan saya untuk menjalani terapi Pico laser, salah satu perawatan laser paling canggih, yang dapat mengatasi sebagian besar masalah kulit umum seperti pigmentasi. Yang terpenting, perawatan ini hanya membutuhkan masa pemulihan yang minim.
Pengaplikasian Krim Mati Rasa
Saya pertama-tama dibawa ke ruang perawatan untuk membersihkan kulit. Setelah dibersihkan, terapis mengaplikasikan krim mati rasa ke seluruh wajah saya. Krim mati rasa ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mulai bekerja dan efeknya bertahan sekitar 2 jam. Bahkan setelah perawatan laser selesai, kulit saya masih terasa sangat mati rasa!
Saya kemudian diantar ke ruang tunggu dengan mengenakan topi mandi dan masker. Saya menunggu sekitar 15 menit sebelum dipanggil masuk ke ruang perawatan lainnya. Tak lama kemudian, terapi Pico Laser pun dimulai pada kulit saya.
Terapi Pico Laser
Berkat krim mati rasa, prosedur ini hampir tidak terasa sakit. Sinar laser terasa seperti gigitan semut di kulit saya. Ada sedikit sensasi menusuk, tetapi secara keseluruhan masih bisa ditoleransi. Seluruh proses berlangsung sekitar 10 menit.
Perawatan dimulai dengan sinar laser yang dipindai ke seluruh wajah saya, lalu pada putaran berikutnya, terapis mengarahkan laser secara khusus ke area dengan pigmentasi lebih banyak. Laser bekerja dengan mengirimkan pulsa energi ultra-singkat ke dalam kulit untuk memecah melanin dan partikel pigmen.
Apa yang terjadi setelah perawatan?
Segera setelah perawatan, pihak IDS menyampaikan bahwa bintik hitam pada kulit saya mungkin akan tampak lebih gelap dan bisa juga muncul kemerahan pada kulit. Untungnya, kulit saya masih tampak normal dan baik-baik saja beberapa hari setelah perawatan. Bintik-bintik tersebut sempat tampak sedikit lebih gelap, tetapi setelah sekitar tiga hari, bintik pada kulit saya tampak jauh lebih memudar. Yang lebih penting lagi, tekstur dan warna kulit saya membaik dalam beberapa hari berikutnya. Seminggu setelah perawatan laser, kulit saya kini tampak jauh lebih cerah dan berseri, seolah saya baru saja menjalani perawatan wajah pencerah.
Pendapat Saya
Saya sangat puas dengan hasilnya karena hasilnya cukup instan dan bertahan cukup lama dibandingkan perawatan laser sebelumnya yang pernah saya jalani. Teknologi Pico laser ini sungguh menjanjikan, dan saya yakin perawatan laser ini dapat dengan mudah memudarkan pigmentasi pada kulit saya jika saya menjalani beberapa sesi lagi.
Tonton video di bawah ini untuk mengetahui seperti apa perawatan ini!
*Kredit untuk Deenise
Kunjungi postingan blog Deenise di sini.
