Cara Melembapkan Kulit dengan Benar: Kenali Dulu Perbedaan Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi

25 July 2023

Konon, menjaga kulit tetap lembap adalah kunci agar kulit tetap sehat dan tampak awet muda. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa terkadang, tak peduli seberapa banyak pelembap yang Anda gunakan, kulit tetap terasa kencang atau kering? CNA Lifestyle berbincang dengan para ahli mengenai alasan mengapa pelembap kita tidak berhasil menjaga kulit tetap terhidrasi.

 

Untuk memahami mengapa menjaga kulit tetap terhidrasi begitu penting bagi kesehatan kulit, bayangkan kulit Anda seperti tembok bata, di mana sel-sel kulit adalah bata dan lipid serta molekul air adalah semen yang merekatkan bata-bata tersebut. “Kurangnya lipid dan air akan membuat ikatan antar sel menjadi longgar, sehingga air menguap dan memungkinkan zat iritan atau alergen lain menembus masuk ke dalam kulit,” jelas Dr Liew. Hasilnya: kulit dehidrasi, garis halus yang jelas terlihat, serta kulit yang meradang, teriritasi, gatal, kencang, bahkan pecah-pecah.

 
 

KULIT KERING VS KULIT DEHIDRASI

 

Apa perbedaan antara kulit kering dan kulit dehidrasi? (Foto: iStock)

 

Dalam menjaga kesehatan kulit, sama pentingnya untuk mengetahui apakah kulit Anda kering atau dehidrasi, karena hal ini akan memengaruhi cara Anda merawat kulit.

 

Meski kulit kering dan kulit dehidrasi terdengar mirip, keduanya sebenarnya merupakan dua kondisi yang berbeda. Meski begitu, terkadang keduanya juga bisa terjadi bersamaan, ujar Dr Yong, dokter estetika di IDS Clinic.

 

“Kedua kondisi ini sering kali terasa dan terlihat mirip – tekstur kasar, kulit kencang terutama setelah membersihkan wajah, tampilan kusam, garis halus yang lebih terlihat, serta kulit yang lebih rentan terhadap sensitivitas dan iritasi.”

 

Menurut para dokter, kulit kering didefinisikan sebagai kulit yang kekurangan minyak, sering kali disebabkan oleh faktor genetik yang membuatnya memproduksi minyak alami atau lipid dalam jumlah tidak mencukupi. Karena itu, kulit kering bisa menjadi kondisi seumur hidup. Di sisi lain, kulit kering juga dapat diperparah oleh faktor lingkungan seperti iklim kering, penggunaan produk perawatan kulit yang keras, mandi air panas dalam waktu lama, serta proses penuaan alami.

 

Oleh karena itu, dalam merawat kulit kering, “mengembalikan lipid alami kulit sangatlah penting”, jelas Dr Yong. Inilah pula sebabnya penggunaan pelembap begitu krusial, menurut Dr Liew. Sebab, pelembap mengandung bahan emolien atau oklusif yang dapat membantu memulihkan lapisan pelindung lipid dan mempertahankan kelembapan, sekaligus meredakan iritasi kulit.

 

Untuk mengatasinya, keduanya menyarankan untuk mencari kandungan seperti ceramide, minyak jojoba, dan glyceryl stearate (sejenis asam lemak) yang mampu menjaga lapisan pelindung kulit tetap utuh, mengunci kelembapan, serta mencegah kehilangan air transepidermal maupun masuknya zat iritan ke dalam kulit.

 

Sementara itu, kulit dehidrasi merujuk pada kurangnya kelembapan di lapisan atas kulit. Inilah pula sebabnya kondisi kulit ini biasanya bersifat sementara dan disebabkan oleh faktor eksternal seperti cuaca, gaya hidup, atau penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai. “Ketika terjadi kehilangan air bersih dari kulit, kulit menjadi dehidrasi. Oleh karena itu, kondisi ini bisa memengaruhi jenis kulit apa pun, termasuk kulit berminyak dan kombinasi,” tambah Dr Yong.

 

Dalam mengatasi kulit dehidrasi, pelembapan setiap hari sangat penting karena membantu memulihkan lapisan pelindung kulit dan menjaganya tetap sehat. Jika Anda belum yakin jenis pelembap apa yang sebaiknya dipilih, Dr Yong menyarankan untuk memilih pelembap yang mengandung humektan, seperti asam hialuronat dan gliserin, guna menarik kelembapan ke dalam kulit.

 

 

Pertama kali dipublikasikan di CNA Lifestyle

you_might_also_like
payment_options
you_have_added_this_item_to_cart_successfully
waiting_success
whatsapp_us
for_faster_response