[ Janel Ku ] Perjalanan Menuju Kulit yang Lebih Baik: Pengalaman Saya dengan IDS (Bagian 1)
Saya punya pengakuan. Sekarang usia saya sudah lewat 30 tahun, saya merasa semakin bergantung pada foundation cair untuk menutupi kekurangan kulit. Rasanya saya tidak bisa hidup tanpanya!
Namun untuk tahun 2021, saya memberi tantangan pada kulit saya. Saya berjanji pada diri sendiri untuk setidaknya mempertahankan kondisi kulit saya saat ini, dan memperlambat proses penuaan.
Ditambah lagi cuaca Singapura yang panas dan lembap tidak membantu. Skincare yang saya gunakan saat itu tidak menunjukkan hasil yang berarti. Terapis wajah saya terus-menerus menawarkan produk yang katanya bisa mengecilkan pori-pori saya.
Tepat saat saya merasa kebingungan, IDS menghubungi saya.(waktu yang sangat tepat!)
Dengan pemikiran tidak ada ruginya, saya mengunjungi IDS Clinic untuk memeriksakan kondisi kulit saya. Mereka memiliki 2 cabang, satu di Novena dan satu lagi di Orchard. Saya memilih untuk mengunjungi cabang Orchard yang terletak di International Building.
Saat pintu lift terbuka, saya kira ini hanya akan menjadi tempat perawatan wajah biasa. Namun saya cukup terkesan begitu melangkah masuk dan melihat desain tempat ini yang bersih dengan nuansa biru dan perak yang estetik. Saya menghampiri seseorang di konter untuk memberi tahu bahwa saya memiliki janji temu di klinik. Mereka menjelaskan bahwa konter tersebut adalah untuk IDS Aesthetics, dan saya harus menuju konter berikutnya untuk check-in di klinik.
'Tertata dengan cukup rapi, dengan staf khusus yang bertanggung jawab atas masing-masing bagian,' pikir saya dalam hati sambil mengangguk tanpa sadar, seolah-olah saya sedang bertugas sebagai mystery shopper.
Bagaimanapun, saya melakukan check-in, dan mereka memberi tahu bahwa saya akan bertemu dengan Dr Michelle Wong. Namun sebelumnya, saya harus mengisi formulir pendaftaran. Sambil menunggu untuk bertemu Dr Wong, saya sempat melihat sekilas dinding penghargaan mereka, yang menampilkan banyak pelanggan yang tersenyum puas, serta produk-produk terlaris yang penuh dengan penghargaan.
Semoga saya juga segera menjadi salah satu pelanggan yang bahagia ini :)
Dan juga deretan produk skincare!
Oke, kembali ke saya. Jadi proses konsultasinya cukup sederhana, yang akhirnya membuat saya menceritakan kekhawatiran kulit saya, serta tujuan saya untuk lepas dari foundation selamanya. Dia sangat sabar, dan setelah mendengarkan saya, dia merekomendasikan rutinitas skincare — salah satu kekhawatiran saya juga adalah bagaimana saya berusaha mengurangi jumlah produk yang ingin saya gunakan, karena saya juga khawatir akan munculnya skin tag/milia di wajah saya.
Jadi saya sangat berterima kasih ketika dia merekomendasikan rangkaian yang paling banyak hanya memerlukan 6 produk (termasuk sunscreen)!
Dan sedikit menyimpang lagi, sekadar catatan: Kursi cokelat itu bagus sekali, ya? Suka banget!

Setelah saya berpamitan, dia juga mengingatkan saya untuk kembali sebulan lagi untuk memantau hasilnya. Selain itu, agar hasilnya tetap objektif - saya tidak akan mengubah pola makan saya selama 1 bulan ke depan (alasan yang sempurna untuk tetap mempertahankan pola makan saya saat ini, padahal seharusnya saya makan lebih banyak makanan sehat). Satu-satunya perubahan yang akan saya lakukan adalah (1) menggunakan produk skincare ini, untuk menguji seberapa efektif produk ini jika saya tidak mengubah hal lain. (2) Tidak menggunakan produk skincare lain. (3) Berusaha minum 1 liter air lebih banyak setiap hari - saran dari personal trainer saya. (4) Menggunakan rose quartz roller yang saya beli untuk membantu penyerapan produk skincare IDS.
Selanjutnya saya diajak untuk mendapatkan penjelasan singkat mengenai cara penggunaan produk skincare IDS. Saya sangat berterima kasih atas penjelasan yang detail ini.

Sesampainya di rumah, saya menata semua produk di hadapan saya sesuai urutan pemakaian, baik untuk pagi maupun malam hari, dengan satu-satunya pengecualian adalah S3 (tinted sunscreen) yang tidak digunakan pada malam hari. Jujur saja, saya cukup bersemangat untuk memulainya.
Urutan rutinitas skincare saya: Cleanser (C2), toner (T2), serum (C+), treatment product (PF), moisturiser (OM), DermaShield Mask Sheet, tinted sunscreen (S3).
Yah, mereka membuat penamaan produknya sangat sederhana - menurut saya ini juga meniru gaya unsur-unsur pada tabel periodik.(Ahhh, mengingatkan pada masa-masa belajar dulu.)
DermaShield Mask Sheet (10 lembar dalam 1 kotak (SGD$105), lembar satuan (SGD$12) juga tersedia untuk dibeli): Melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar UV, Infra-Merah, serta HEV atau cahaya biru. Detail mengenai kandungan, manfaat, dan cara penggunaan ada di sini.
Mengapa saya memilih tinted sunscreen dibandingkan yang tidak berwarna?
Sederhananya - seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya sedang berusaha lepas dari foundation cair, jadi untuk minggu berikutnya, saya hanya akan menggunakan produk ini untuk coverage ringan sekaligus perlindungan dari sinar matahari.

Update saya, sesuai anjuran, setelah hanya menggunakan produk skincare IDS selama satu minggu:

Anda dapat mengunjungi www.idsskincare.com untuk informasi lebih lanjut mengenai produk mereka, atau www.idsaesthetics.com jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai perawatan mereka yang dapat membantu kulit Anda!
xoxo, Janel
*Kredit untuk Janel Ku
Kunjungi postingan blog Janel Ku di sini.
