Kerontokan Rambut pada Pria—Apa Penyebabnya dan Perawatan Mana yang Benar-Benar Efektif
Sejak kita dilahirkan, rambut sudah erat kaitannya dengan identitas diri kita. Sebagai fitur pertama yang dapat kita bentuk dan ubah sesuka hati, perubahan pada potongan, warna, dan panjang rambut kerap merepresentasikan berbagai babak waktu serta versi diri kita yang terus berkembang. Singkatnya, rambut kita tumbuh seiring kita bertumbuh dewasa. Namun, bagaimana ketika kita semakin menua?
Dari rambut memutih hingga menipis, kondisi rambut yang terus berubah dan rasa memudarnya masa muda memengaruhi pria maupun wanita. Namun tak dapat dipungkiri, kerontokan rambut memiliki makna tersendiri bagi para pria. Di pasar kecantikan yang lebih menonjolkan audiens perempuan, wacana populer cenderung berhenti pada topik seperti warna lipstik, dan jarang membahas rutinitas perawatan wajah yang menyeluruh untuk pria.
Hasilnya? Pada akhirnya, perhatian pun lebih banyak tertuju pada rambut para pria. Rambut bukan sekadar helai-helai biasa; ia dapat menjadi simbol masa muda, kejantanan, dan vitalitas seseorang, yang dijaga dan dirawat selama puluhan tahun. Bukan tanpa alasan julukan ‘mahkota’ tersemat padanya. Namun ketika mulai rontok, dampaknya bisa terasa sangat mendalam.
Awal yang Tak Disadari
Kerontokan rambut pada pria biasanya dimulai secara halus—tanda-tanda awal penipisan di area pelipis atau garis rambut yang mulai mundur. Bukan perubahan mendadak yang dramatis, alopesia androgenetik—atau istilah yang lebih akrab, kebotakan pola pria—memengaruhi cukup banyak pria seiring bertambahnya usia.
Dr Sean Lim, tenaga medis di IDS Clinic, menjelaskan: “Sebagian besar kerontokan rambut pola pria dimulai dari garis rambut bagian depan, lalu secara perlahan berkembang menjadi penipisan dan penyusutan (miniaturisasi) helai rambut di area ubun-ubun, atau mahkota kepala (yaitu titik tertinggi kepala).”
Namun, apa sebenarnya penyebabnya? Lim menunjuk pada peran penting—bersiaplah—dihidrotestosteron, atau DHT, turunan dari hormon testosteron. “Kecenderungan genetik memengaruhi sensitivitas folikel rambut terhadap DHT,” ungkap Lim. “Kemungkinan kerontokan rambut pada pria meningkat seiring bertambahnya usia, dan semakin nyata seiring waktu akibat efek kumulatif dari kecenderungan genetik serta pengaruh DHT yang berkelanjutan.”
Peradangan atau gangguan kulit kepala juga bisa menjadi penyebabnya, begitu pula obat-obatan tertentu dan kondisi kesehatan lainnya.
Langkah ke Depan
Tidak semua pria yang mengalami kerontokan rambut merasa perlu mengatasinya. Sebagai proses yang sepenuhnya alami, perubahan ini bisa diterima dan dijalani dengan tenang, layaknya tanda-tanda kedewasaan lainnya. Namun, bagi mereka yang merasa kepercayaan dirinya terganggu, berbagai langkah penanganan tetap dapat dilakukan.
Untuk itu, disarankan agar langkah pertama adalah berkonsultasi dengan ahli atau klinik yang tepercaya. Pengobatan bebas dan perawatan ‘ajaib’ mungkin terdengar menjanjikan, namun pada akhirnya bisa berujung pada kekecewaan lebih lanjut. “Mengidentifikasi secara akurat kondisi penyebab kerontokan rambut, serta memiliki rekomendasi perawatan yang dipersonalisasi, sangatlah penting,” tegas Lim.
Saat ini, tersedia beragam pilihan perawatan, mulai dari obat oral, terapi laser, hingga serum topikal.

Hair Regrowth Treatment dari IDS Aesthetics
Stimulan pertumbuhan rambut dan penghambat DHT sering menjadi lini pertahanan pertama, masing-masing memperpanjang fase pertumbuhan dalam siklus rambut serta menargetkan hormon penyebab penyusutan folikel. “Pilihan terapi baru lainnya mencakup terapi laser tingkat rendah dan microneedling—termasuk radiofrequency microneedling—untuk meningkatkan kesehatan kulit kepala dan mendorong pertumbuhan rambut yang sehat,” jelas Lim lebih lanjut. (Coba Hair Regrowth Treatment)
Biasanya, kombinasi beberapa perawatan akan diresepkan. Ini bisa mencakup perawatan kulit kepala yang bersifat detoksifikasi dan meredakan peradangan, serta produk perawatan di rumah untuk menutrisi akar rambut. Namun, tidak sembarang produk cocok digunakan.
Metode bedah transplantasi rambut juga dapat dibahas sebagai opsi, begitu pula produk yang membantu penyamaran kosmetik, mulai dari serat keratin hingga sambungan rambut semi permanen.
Namun pada akhirnya, semuanya berawal dari perawatan ahli dan penanganan yang tepat sasaran. Kerontokan rambut pola pria dapat sebagian dipulihkan dengan perawatan yang tepat. Meski rambut layak disebut mahkota, bagi banyak orang yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya merawat rambut, berkurangnya helai rambut yang tak terelakkan justru dapat membawa semacam kebebasan tersendiri. Dan apa pun kondisi rambut Anda, rasa percaya diri itulah yang patut terus dipegang teguh.
Baca kisah lengkapnya di VOGUE.SG
