S3 Disukai oleh Straits Times, dan Inilah Alasannya
Sebagian besar dari kita sudah tahu bahwa sinar UV adalah musuh utama kulit yang ingin tampak awet muda dan sehat. Itulah sebabnya sejak zaman ibu kita dulu, mengingatkan untuk selalu memakai tabir surya adalah suatu keharusan untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari, bahkan saat berada di dalam ruangan.
IDS Skincare telah meluncurkan tabir surya dengan formula baru - S2 (Non-Tinted) dan S3 (Tinted), dan disukai oleh Amanda Chai dari Straits Times. Berikut yang ia katakan setelah mencoba Tabir Surya S3 dari IDS:

"Sebagai penggemar tabir surya, saya sangat antusias untuk mencoba formula tinted baru dari merek medical aesthetics lokal IDS ini – terutama karena tren dasar riasan yang ringan dan pelembap bertona tampaknya akan terus berlanjut selama memakai masker masih menjadi kebiasaan umum.
Hasilnya tidak mengecewakan. Cairan berwarna peachy pink ini mencerahkan wajah dan memberikan kilau bercahaya, secara halus menyamarkan pori-pori dan memperbaiki perubahan warna kulit – sempurna untuk bekerja dari rumah, sehingga saya tidak menerima paket di depan pintu dengan tampilan seperti baru merangkak keluar dari kubur.
Formula yang diperbarui ini juga dilengkapi dengan perlindungan tambahan terhadap cahaya biru serta segel persetujuan resmi dari Skin Cancer Foundation yang memastikan keamanan penggunaannya.
Yang terbaik dari semuanya, teksturnya yang ringan dan tidak lengket berarti Anda bisa dengan nyaman menumpuk lapisan untuk mendapatkan coverage lebih. Saya suka bahwa ini juga berarti Anda akhirnya mengaplikasikan lebih banyak untuk mendapatkan perlindungan SPF yang maksimal - formula yang berat sering kali membuat orang enggan mengaplikasikan jumlah yang cukup. (Jika Anda pikir jumlah sebesar kacang polong sudah cukup, pikirkan lagi.)"
Baca artikel lengkap dari Straits Times di sini.
Mengapa Cahaya Biru Berbahaya?
Dengan meningkatnya waktu yang kita habiskan di depan layar (misalnya ponsel, laptop, bahkan TV) akibat perubahan kebiasaan kerja, paparan kita terhadap cahaya biru juga ikut meningkat.
Cahaya biru, yang juga dikenal sebagai High Energy Visible (HEV) light, memiliki panjang gelombang antara 400-500nm. Meskipun radiasi cahaya biru lebih rendah dibandingkan sinar UV, cahaya biru dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar pada kulit kita serta masalah kesehatan lainnya karena cahaya biru dapat menembus lebih dalam dibandingkan sinar UV.
Penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kulit, melalui peradangan dan percepatan photo-aging, serta perubahan warna kulit. Efek merugikan lainnya termasuk sakit kepala, mata lelah, mata kering dan iritasi, serta mengganggu siklus tidur-bangun kita (ritme sirkadian), yang memengaruhi kualitas tidur kita.
Inilah sebabnya selain sinar UV, perlindungan terhadap cahaya biru juga penting. Dengan S2 dan S3 dari IDS Skincare, produk ini tidak hanya melindungi kulit Anda dari sinar UV tetapi juga dari cahaya biru.
IDS Skincare juga memiliki rangkaian produk "pelindung layar" untuk melindungi dari cahaya biru, yaitu rangkaian DermaShield – DermaShield Serum dan DermaShield Mask.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai rangkaian DermaShield dari IDS Skincare, kunjungi https://jyx.shop/our-sciences-dermashield.
