Apa Sebenarnya Arti Anti-Aging?
Selama berabad-abad, wanita telah berusaha melawan penuaan – mulai dari berendam dalam susu hingga menggunakan masker wajah setiap hari – demi mempertahankan wajah yang tampak awet muda.
“Forever young, I want to be forever young” (dan tampak selamanya muda) dari lagu hit Forever Young milik Alphaville menggambarkan ketakutan universal manusia akan kematian – termasuk penuaan. Maka, upaya untuk menghapus segala tanda pengingatnya pun terasa masuk akal.
Anti-aging adalah pencarian kecantikan abadi yang bahkan sudah ada sejak zaman Cleopatra, yang ingin mempertahankan kecantikan dan kemudaannya dengan rutin berendam dalam susu keledai setiap hari. Namun ia memang tidak salah, karena susu tersebut mengandung alpha hydroxy acid yang memiliki khasiat meremajakan dan melembutkan kulit.

Permaisuri Wu Zetian dari Dinasti Tang adalah satu-satunya kaisar wanita dalam sejarah Tiongkok yang dikenal karena kulitnya yang tetap tampak muda bahkan di usia 80 tahun. Rahasianya terletak pada masker wajah buatannya sendiri yang disebut “bubuk peri”, terbuat dari campuran ekstrak teh hijau, kacang hijau, dan Chinese Motherwort yang dihaluskan menjadi bubuk, yang ia aplikasikan tiga kali sehari.

Penemuan kecantikan lainnya adalah penggunaan bubuk mutiara, yang menurut Permaisuri Cixi dari Dinasti Qing membantu meratakan warna kulit. Konon ia menjalani rutinitas ketat dengan mengaplikasikan satu sendok bubuk mutiara ke kulitnya setiap hari.
Wanita masa kini masih terus mencari tanpa lelah mata air keabadian itu. Untuk mencegah tanda-tanda penuaan kulit seperti garis halus dan kerutan, kurangnya kekencangan kulit, hilangnya kecerahan, dan hiperpigmentasi, wanita rela menjalani operasi, perawatan estetika, atau menggunakan berbagai losion dan ramuan dengan harapan dapat menunda tanda-tanda tersebut. Meski perawatan estetika dikenal mampu mengencangkan, mengangkat, dan menyamarkan tanda penuaan secara instan, kita tahu bahwa produk perawatan kulit tidak bekerja dengan cara yang sama. Ketika sebuah produk mengklaim “anti-aging”, kita tahu bahwa produk itu sebenarnya tidak akan benar-benar menghentikan proses penuaan, tetapi yang bisa kita harapkan adalah produk tersebut mampu menyamarkan masalah seperti kulit kusam dan mencegah garis halus serta kerutan muncul lebih awal. Harapan sesungguhnya dari sebotol atau sepot produk perawatan kulit adalah agar kita dapat menua dengan anggun dan baik.
Berkat pengalaman medis bertahun-tahun dalam merawat kulit wanita serta teknologi terobosan sistem penghantaran berpaten bernama Neulastin, produk pilihan IDS Skincare seperti Rejuvenating Complex (RC) dan Rejuvenating Complex Plus (RC+) bekerja jauh lebih efektif dalam memperbaiki tampilan garis halus dan kerutan. Kulit tampak lebih halus dan lebih segar. Produk anti-aging lainnya termasuk C-Plus (C+) yang kaya akan vitamin C, serta A-Plus (A+) serum vitamin A yang menjadi pasangan sempurna untuk produk anti-aging lainnya.
Lebih Lanjut dari IDS
Anda Pikir Anda Memiliki Kulit Sensitif?
Buddleja Officinalis – Mengapa Anda Membutuhkannya dalam Produk Perawatan Kulit Anda
