Mengapa Perawatan Kulit "Organik" Tidak Selalu Baik untuk Anda
Kebenaran yang akan mengejutkan Anda
Apa Sebenarnya Arti "Natural" atau "Organic"?
Orang sering menganggap bahwa segala sesuatu yang alami atau organik pasti lebih baik. Padahal ganja itu alami, dan poison ivy itu organik.
Kata "natural" sebenarnya tidak banyak berarti, karena sejujurnya, tidak ada regulasi yang benar-benar mengatur istilah semacam itu. Dalam konteks produk perawatan kulit, kebanyakan mendefinisikan "natural" sebagai bebas dari bahan sintetis, pewarna buatan, pewangi, paraben (pengawet), phthalate (bahan kimia yang terdapat pada pewangi dan plastik), serta sulfat (deterjen yang terdapat pada produk pembersih). Namun, label "natural" itu sendiri sejak dulu telah digunakan secara longgar.
Tahukah Anda?
Air adalah zat kimia yang tersusun dari unsur kimia hidrogen dan oksigen.

Bahkan kata "organic" pun bisa menyesatkan. Perusahaan seharusnya hanya menggunakan label organik jika seluruh bahan telah bersertifikat organik. Namun mereka juga bisa mengklaim produknya "dibuat dengan bahan organik" jika produk tersebut mengandung setidaknya 70% bahan bersertifikat organik – hanya 20% bahan yang perlu organik, atau hanya 10% jika produk tersebut nantinya dibilas seperti cleanser! Produk kosmetik atau perawatan kulit dapat disertifikasi organik oleh USDA jika bahan-bahan yang berlaku bebas dari pupuk, pestisida sintetis, dan zat non-organik lainnya. Berbagai sertifikasi organik lainnya termasuk ECOCERT (Prancis), BIO (Jerman), dan Biologique (Uni Eropa). Meski begitu, Anda tidak boleh menganggap label-label persetujuan ini sebagai bukti manfaat kesehatan/perawatan kulit atau efektivitas produk.
Tidak Semua Produk Alami Baik untuk Anda
Ada banyak produk perawatan kulit alami dengan bahan organik yang berpotensi mengiritasi atau menyebabkan alergi dan sensitivitas kulit. Ambil contoh minyak esensial, kandungannya sangat pekat sehingga harus digunakan dengan hati-hati. Namun, Anda bisa mencari minyak yang lebih stabil seperti argan, biji aprikot, biji camellia, kelapa, jojoba, atau macadamia. Lihat IDS Skincare Intensive Moisturizer dan Ultra Moisturizer.
Produk alami juga sering dianggap kurang efektif. Karena formulasinya cenderung lebih ringan dan lembut, cocok untuk kulit sensitif, orang sering menganggapnya kurang efektif karena tidak selalu langsung terlihat perbaikan pada tekstur atau warna kulit. Ini juga berarti hasilnya membutuhkan waktu lebih lama untuk terlihat.
Terakhir, namun Tak Kalah Penting
Sebenarnya tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa perawatan kulit alami atau organik lebih baik untuk kulit. Ini lebih soal preferensi dan produk yang cocok dengan kondisi kulit Anda sendiri.
Lebih Lanjut dari IDS
Diamond-Dust Perfector Favorit Anda Sudah Kembali!
Apakah Rutinitas Perawatan Kulit Anda Terlihat Seperti Ini?
Buddleja Officinalis – Mengapa Anda Akan Menginginkannya dalam Produk Perawatan Kulit Anda

